Kalau Anda tinggal di daerah dan kemudian pada suatu hari berkunjung ke Ibukota yaitu Jakarta, jangan lupa meluangkan waktu untuk menyaksikan patung “ Selamat Datang “ yang setelah dipugar dengan biaya yang tidak murah, kini monumen itu nampak lebih megah dan indah.
Patung Liberty di Pelabuhan kota New York di Amerika juga menjulang tinggi dan sangat megah. Lebih dari 100 tahun patung wanita agung yang memegang tinggi obor kmerdekaan tersebut telah di kagumi jutaan orang. Orang-orang itu seolah dibawa kepada apa yang disimbolkan oleh monumen tersebut yaitu KEMERDEKAAN.
Pada alas patung Liberty itu tertulis kalimat yang dicetuskan oleh Emma Lazarus yang sangat menyentuh : “Datanglah kepadaku hai orang-orang yang letih dan miskin, rakyat yang merindukan udara kebebasan dan orang-orang yang terbuang dari masyarakat. Kirimkanlah kepadaku para tunawisma dan orang-orang yang terlantar : Aku telah meninggikan oborku di sisis gerbang emas !”
Sebuah monumen lain juga menjulang tinggi di sepanjang sejarah, yang menawarkan kemerdekaan rohani bagi orang-orang yang diperbudak dan dibelenggu oleh dosa. Monumen tersebut adalah salib di mana Yesus disalibkan lebih kurang 2000 tahun yang lalu. Pada awalnya pemandangan tersebut tampak hina, namun kemudian kita melihat Anak Allah yang tidak berdosa, mati menggantikan kita untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita. Dari salib itu terdengar seruan, “ Ya Bapa ampunilah mereka” dan “Sudah selesai” ( Yohanes 29:30). Ketika kita menerima Kristus sebagai Juruselamat, maka beban dosa yang berat akan terlepas dari jiwa kita yang letih karena dosa. Dan kitapun bebas untuk selama-lamanya.
Kemerdekaan sejati yang terbesar adalah kebebasan dari dosa. Pernahkah Anda mendengar dan pernahkah Anda menanggapi undangan salib Kristus?
(PH/Salib Kemerdekaan/GKP Jemaat Effatha, Cakung/gloopic.net/Jala).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar