“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang diantara kamu akan meyerahkan Aku.” (Matius 26:21).
Apakah sahabat baikmu biasa menghianati kamu? Tentu bisa saja! Ingatlah, bahwa sahabat kamu juga manusia, dan suatu hal apapun bisa menhakibatkannya terjadi.
Mari kita mengingat Yudas Iskariot, satu dari 12 murid Tuhan Yesus. Ia bersama-sama dengan 11 temannya, menjadi murid, menjadi murid Tuhan Yesus. Ia mengenal Tuhan Yesus. Namun, apakah dia dapat terus setia kepada Tuhan Yesus? Tidak! Hanya demi uang 30 perak, Yudas menjual Tuhan Yesus. Teman-temannya pun tak dapat mempercayai penghiatan yang telah dilakukan Yudas.
Lantas, bagaimana Tuhan Yesus? Adakah Dia sedih? Pasti Dia pasti sedih, Namun Tuhan Yesus tidak membenci Yudas, sakalipun Dia mengetahui bahwa Yudas akan melalukan itu.
Segala kemungkinan bisa terjadi. Namun, jangan sampai kita menjadi orang yang penuh curiga pada orang lain atau sahabat kita. Siapapun sahabat kamu saat ini, dialah yang terbaik buatmu. Mari kita belajar dari teladan Tuhan Yesus. Mengasihi sahabat kita, apapun yang telah ia lakukan, kasihi dia dengan sepenuh hati. Tugas kamu hanya melakukan apa yang dapat kamu lakukan, selain Tuhan sendiri yang akan melakukan apa yang tebaik menurut-Nya.
I do my best dan God will do the rest
(YK/“Sahabat ....... Oh Sahabat......”/GKP Jemaat Effatha, Cakung/gloopic.net/Jala).
Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga aku dapat mengasihi sahabtku dengan tulus hatiku, Tolong aku Tuhan Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar