Minggu, 23 Oktober 2016

Lonceng

Apakah anda memiliki pengalaman yang sama denga saya berkaitan denga kata “Lonceng” ?
Setiap mendengar lonceng berbunyi, maka imajinasi saya menerawang pada pengalaman di masa kecil, karena saya seringkali terlambat tiba di sekolah. Begitu becak berhenti di depan gerbang sekolah, saya harus berlari karena lonceng sekolah sudah berbunyi.
Lain lagi pengalaman Junaed. Suara lonceng selalu mengingatkan ia pada pengalamannya ketika masih mendekam di dalam penjara. Bunyi lonceng yang rutin pada jam-jam tertentu, membuat ia teringat pada saat ia harus antri untuk mendapatkan makanan, jam untuk bercocok tanam di lingkungan penjara, jam untuk keluar halaman penjara sambil tangan dan kakinya terbelenggu, jam untuk membersihkan WC, bahkan jam untuk tidur di malam hari dan bangun di pagi hari.
Akan tetapi bagi sebagian orang lonceng pun memberikan suasana yang indah, apalagi kalau suaranya bagus dan menggema ke seluruh kota. Dalam suasana natal, maka seringkali lonceng dibunyikan bertalu-talu sehingga suasana menjadi ceria dan khidmat.
Billy Graham mempunyai pengalaman berkaitan dengan suara lonceng. Di desa di mana ia tinggal dahulu. Lonceng dipakai untuk memberi tanda bahwa ada orang yang meninggal dunia pada hari itu. Namun yang lebih unik lagi, ternyata jumlah dentangan lonceng yang dibunyikan menunjukkan berapa usia orang yang meninggal. Biasanya jika bunyi lonceng bertalu-talu dan lama sekali, maka itu menandakan bahwa orang yang meninggal  usianya sudah cukup tua. Namun suatu ketika lonceng berbunyi hanya beberapa kali saja, Billy Graham yang masih remaja terkejut bahwa ternyata itu bunyi lonceng kematian. Ia pun tersadar bahwa maut dapat merenggut orang kapan saja. Ia tidak pandang usia.
Tidak ada seorang pun dari kita mengetahui kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Akan tetapi Ingatlah bahwa setiap kali kita mendengar suara lonceng berdentang, maka ada suatu pertanyaan yang meggema dalam hati kita, “Sudah siapkah kita menghadap sang pencipta apabila Ia memanggil kita ?”.
(PH/Lonceng/GKP Jemaat Effatha, Cakung/gloopic.net/Jala). 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar