Jumat, 30 September 2016

Hati Yang Mengabdi

Gambar, courtesy widjajalagha@gloopic.net
Seorang pebisnis Kristen yang sukses membagikan ceritanya kepada kami di gereja. Ia begitu jujur dan terbuka menyebutkan pergumulannya dalam Iman dan kekayaannya yang melimpah. Ia mengatakan, “Kekayaan membuat takut”.
Ia mengutip perkataan takut, “Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk dalam kerajaan Allah” (Luk 18:25). Ia mengutip Lukas 16:19-31 tentang seorang kaya dan Lasarus, dan bagaimana dalam kisah itu, justru orang kaya yang masuk ke neraka. Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-21), juga mengusik pikirannya.
“Akan tetapi”, pebisnis itu kemudian mengatakan, “aku telah belajar dari keputusan Salomo mengenai kekayaan yang berlimpah. Itu semua adalahkesia-siaan” (PKH 21:11). Ia bertekad untuk tidak membiarkan kekayaannya menghalangi pengapdiaannya kepada Allah. Sebaliknya, Ia ingin melayani Allah dengan miliknya dan menolong orang yang berkekurangan.
Selama berabad-abad, Allah telah memberkati sejumlah orang dengan harta benda. Kita membaca tentang Yosafat dalam 2 Tawarikh 17:5, “Oleh sebab itu, Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya..... sehingga Ia menjadi kaya dan sangat terhormat”. Yosafat tidak menjadi sombong atau menindas orang lain dengan kekayaannya. Sebaliknya, “dengan tabah hati Ia mengikuti jejak Asa, ayahnya; Ia tidak menyimpang dari padanya, dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan”.
Tuhan tidak menentang kekayaan karena Dia memberkati sejumlah orang dengan harta, tetapi yang dikecam-Nya adalah usaha memperoleh kekayaan secara tidak etis dan penyalahgunaannya. Allah layak menerima pengabdian dari semua pengikut-Nya.
(Lawrence Darmani /Hati Yang Mengabdi/GKP Jemaat Effatha, Cakung).
Bersyukurlah kepada Allah selalu menolong kita untuk belajar merasa puas dengan apa yang kita miliki. Apa saja yang membuat anda bersyukur ?.

Tuhan menyukai hati yang mengabdi, tanpa melihai dia kaya atau tidak.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar