Firman Tuhan mengingatkan kembali akan relasi yang harus terjalin antara manusia dengan alam. Sejak semula Tuhan menciptakan alam sebagai sahabat bagi manusia. Manusia hidup bersama alam dan memperoleh berbagai manfaat dari alam. Manusia dapat bertahan hidup karena kekayaan alam. Kejadian 2:8-15 mengadung tiga gagasan yakni (1) karya Allah dalam menciptakan tempat tinggal bagi manusia, (2) relasi antara alam dan manusia dan (3) tugas yang Allah bagi manusia.
Taman Eden (Eden secara harfiah berarti padang rumput) merupakan tempat di mana manusia akan menjalani kehidupannya. Tempat itu adalah tempat yang sangat kaya, berkelimpahan segala kebutuhan manusia. Di sini kita memhami bahwa Allah mencipkan Taman Eden bukan hanya sebagai tempat tinggal tetapi sebagai sumber kehidupan bagi manusia. Taman Eden juga sering diartikan taman kegirangan, sebab taman tersebut memiliki keindahan agar manusia dapat menikmatinya dan bersukacita. Tuhan Allah menciptakan Taman Eden dengan keseimbangan dan keteraturan. Empat cabang dari sungai yang mengalir di taman itu memastikan bahwa Taman Eden akan tetap subur dengan air yang cukup bagi semua tanaman. Keseluruhan keberadaan Taman Eden menggambarkan kemahakuasaan Allah atas alam semesta dan memancarkan kasih-Nya bagi manusia.

Ketika Allah menempatkan manusia di Taman Eden, Allah membangun relasi antara manusia dengan alam ciptaan-Nya. Relasi itu dibangun dengan dasar kasih, kasih Allah bagi manusia dan kasih Allah bagi alam semeta. Manusia sendiri dalam menjalin menjalin relasi dengan alam haruslah penuh kasih. Manusia harus menyadari bahwa alam adalah tempat untuk tinggal dan sumber kehidupan yakni makanan dan minuman. Oleh karena itu manusia harus mengasihi alam.
Manusia diingatkan akan tugasnya. Tuhan Allah menempatkan manusia di Taman Eden bukan hanya untuk menikmati kekayaannya tetapi juga untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Inilah hal yang penting untuk terus dihayati dalam hidup manusia. Seringkali manusia memperlakukan alam se mena-mena sebagai objek' sehingga manusia memanfaatkan alam dengan dengan sesuka hati. Bahkan mengeksplotasi alam tanpa tergerak untuk memulihkan kembali keadaan alam. Alam yang sudah memberikan kekayaannya layak untuk menerima perlakuan yang pantas. Alam perlu kasih sayang manusia. Karenanya manusia harus bertekun untuk menjaga dan memelihara alam. Marilah kita melakukan tugas panggilan kita yang telah Allah berikan sejak awal penciptaan, sebagai orang percaya untuk mencintai alam. Tuhan Yesus selalu memberkati kita.
(YK /Bersahabat Dengan Alam/GKP Jemaat Effatha, Cakung)
Artikel Terkait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar